Skip to content

Alasan Lain Perang Amerika dan Iran

Written by

author

Selama yang kita tahu Amerika Serikat kini tengah mengibarkan bendera perang terhadap Republik Islam, Iran. Namun ternyata Amerika memiliki misi lain dibalik semua itu.

Misi lain dari Amerika untuk terus memerangi Iran diungkap oleh salah seorang mantan anggota Dewan Keamanan Nasional Amerika, Richard Goldberg.

Menurut Richard Goldberg, sebenarnya Amerika sama sekali tidak memiliki niat untuk menjajah atau bahkan menguasai Negara Republik Islam tersebut. Hanya saja Negara Iran sengaja untuk terus ditekan agar Amerika bisa mendapatkan tempat strategis pada wilayah Timur Tengah.

Ia mengatakan bahwa siapa yang ingin mengambil Iran, akan menjadikan Iran sebagai klien mereka dan menjadikannya pijakan untuk Amerika masuk lebih dalam ke Timur Tengah secara strategis melalui Iran. Hal ini disampaikan oleh Goldberg, sesuai dengan yang kami kutip dari VIVA Militer National Interest, Rabu 10 Juni 2020.

Menurut perwira di Cadangan Angkatan Laut AS itu, Amerika yang di bawah pimpinan Donald Trump sebenarnya terus menjaga Iran sebagai bagian strategi untuk dapat mengusir China dari Timur Tengah.

Trump berusaha untuk mengalihkan fokusnya ke pesaing besar, seperti Rusia dan juga China di bawah strategi keamanan nasional 2017, sebuah proses yang hanya dipercepat dengan pendemi virus Corona atau Covid-19 yang kini tengah melanda seluruh dunia. Pergeseran sumber daya menimbulkan pertanyaan tenyang masa depan juga kehadiran Amerika di TImur Tengah.

Namun Richard Goldberg yang turut mengawasi urusan nuklir Iran di Dewan Keamanan Nasional 2019 – 2020 mengatakan bahwa kampanye tekanan maksimum Trump terhadap Iran akan terus berlanjut sebagai bagian dari komperisi dunia dengan China.

Goldberg juga menambahkan kalau menekan Iran juga akan membantu pemerintah Biden potensial untuk bisa mereset kebijakan dan mendapatkan pengaruh yang maksimal dalam keterlibatannya sendiri, berpotensi, dengan Iran pada tahun depan.

Sekarang Goldber tengah menjabat sebagai seorang penasihat senior di Yayasan Pertahanan Demokrasi, yang menjadi tuan rumah seruan Senin untuk bisa membahas laporan PBB tentang kegiatan nuklir Iran.

Seorang rekan senior di Yayasan itu, Behnam Ben taleblu, menyarakankan menghadapi Iran dapat menjadi sebuah contoh bagi Rusia dan China pada masa yang akan mendatang. Terdapat elemen regional untuk persainan kekuatan besar. Musuh menyaksikan bagaimana Negara tersebut berurusan dengan musuh lainnya. Setidaknya itulah yang ia katakan.

Presiden amerika serikat Donald Trump telah melakukan kampanya tekanan maksimun dengan tujuan untuk memaksa pemerintah Iran untuk bisa mengubah kebijakan baik di dalam juga di uar negeri. Kampanye ini difokuskan pada tekanan ekonomi.

Bahkan bukan hanya sampai situ saja, Amerika juga tega membunuh Komandan Pasukan Quds, Mayor Jenderal Qassam Soleimani. Hal ini menyebabkan pertempuran singkat dengan Iran pada Desember 2019 dan Januari 2020.

Meski bagaimana pun juga, Iran tetap menantang dan juga meningkatkan penelitian nuklirnya melewati batas yang telah ditentukan di dalam kesepakatan 2015 dengan 6 kekuatan dunia. Amerika serikat pada awalnya merupakan bagian dari kesepakatan tersebut, namun mereka mundur saat awal kampanye tekanan maksimum.

Goldberg mengatakan kalau fokus intens administrasi Trump akan mencakup tekanan maksimum yang berkelanjutan juga membawa pelanggaran nuklir Iran ke Dewan Keamanan PBB.

Pemerintahan Trump mencoba untuk mengaktifkan mekanisme snapback PBB yang mengembalikan sanksi internasional dengan Ira yang telah dicabut berdasarkan dengan kesepakatan 2015.

Rusia , China, juga Negara – Negara Eropa semua menolak snapback dalam hal yang keras. Meski Amerika Serikat memiliki pendapat kalau itu tidak memerlukan persetujuan Negara lain jika berlandaskan ketentuan kesepakatan 2015.

Goldberg juga mengklaim kalau laporan PBB pada pecan lalu, yang mengatakan keprihatinan serius mengenai kurangnya transparansi Iran, akan menempatkan Negara – Negara di Eropa dalam suasana yang kontemplatif.

Previous article

Kuliner Paling Populer di Iran

Next article

Pembunuh Berantai Asal Iran

Join the discussion

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *