Skip to content

AS Menawarkan Draft Baru Perpanjangan Embargo Senjata Iran

Written by

author

Pada hari Selasa, 11 Agustus 2020, Amerika Serikat telah mengajukan draf baru resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memperpanjang embargo senjata terhadap negara Iran tanpa batas waktu. Amerika Serikat juga mengatakan negara-negara Eropa akan membuat pilihan antara memberikan suara untuk teror atau memberikan suara perdamaian dan keamanan di dunia.

Hal ini karena Eropa diharuskan memutuskan atau menyatai resolusi yang direvisi dan dirancang oleh AS yang memperpanjang embargo senjata PBB terhadap Iran tanpa batas waktu. Keputusan ini merupakan langkah terbaru Amerika Serikat untuk bisa memenangkan lebih banyak dukungan di badan yang beranggotakan 15 negara tersebut, tetapi tidak mungkin mengatasi oposisi dengan veto power, seperti layaknya Rusia & China yang memiliki hak veto dan tetap menolak adanya perpanjangan embargo.

“Apa yang dapat diterima adalah untuk memastikan bahwa negara Iran tidak memiliki akses ke senjata yang lebih modern agar mereka dapat mengekspor senjata ini,” ucap kata Duta Besar AS PBB, Kelly Craft.

“Ini adalah senjata mematikan bagi kelompok teroris dan aktor jahat lainnya,” ucapnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Rabu (12/8/2020).

Rancangan baru, yang dilihat oleh Reuters Rabu (12/8/2020), hanya terdapat empat paragraf dan akan memperpanjang larangan senjata di negara Iran sampai Dewan Keamanan yang memutuskan sebaliknya. Rancangan resolusi itu juga menyatakan bahwa embargo senjata negara Iran sangat penting untuk pemeliharaan perdamaian dan juga keamanan internasional.

Para Diplomat yang ada di Dewan keamanan (DK) PBB mengatakan draf yang telah direvisi dapat dimasukkan ke dalam bentuk final ke DK PBB pada Kamis dan akan dialkukannya pemungutan suara pada hari Jumat. Embargo senjata berusia 13 tahun dan akan berakhir pada 18 Oktober 2020 di bawah kesepakatan nuklir 2015 antara Iran, Rusia, China, Jerman, Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat yang mencegah Teheran mengembangkan senjata nuklir dengan imbalan keringanan sanksi.

Draf resolusi AS yang sebelumnya digambarkan oleh para diplomat dan analis sebagai “maksimalis”. Panjangnya draf tersebut lebih dari selusin halaman, yang mengharuskan negara-negara untuk memeriksa kargo yang pergi atau datang dari negara Iran serta menyertakan lampiran individu dan juga identitas untuk sanksi yang ditargetkan.

Para diplomat juga mengatakan bahwa meskipun draf teks baru yang sederhana mungkin membuat AS memperoleh beberapa suara lagi, tidak jelas apakah Washington bisa mendapatkan minimal sembilan suara yang diperlukan, dan mereka mengatakan tidak mungkin meyakinkan Rusia dan China untuk abstain.

“Jangan biarkan singkatnya draf AS yang baru ini membodohi kalian. Poin utamanya adalah bahwa ia mengizinkan perpanjangan tanpa batas dari embargo senjata Iran dan China serta Rusia akan tidak seperti itu,” ucap Richard Gowan, yaitu direktur badan advokasi pencegahan konflik International Crisis Group, melalui postingan di Twitter.

“Sangat besar kemungkinan draf AS ini akan gagal pada hari Jumat mendatang,” ucapnya lagi.

Amerika Serikat telah meminta anggota dewan untuk memberikan komentar pada Rabu pagi. Dewan Keamanan PBB telah beroperasi secara virtual sehingga setelah pemungutan suara dilakukan, para anggota juga memiliki waktu selama 24 jam untuk mengirimkan tanggapan mereka. Hasilnya akan diumumkan pada pertemuan publik.

Jika DK PBB memilih untuk tidak akan memperpanjang embargo, Washington telah mengancam akan memicu pengembalian semua sanksi PBB terhadap negara Iran berdasarkan kesepakatan nuklir tahun 2015.

Previous article

Bukti Kekuatan Pasukan Militer yang Dimiliki Negara Iran

Next article

Jika Iran Membeli S-400 Rusia, AS & Israel Akan Siagakan Jet Siluman F-35

Join the discussion

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *