Skip to content

SUDAH MASUK KEDALAM GELOMBANG TIGA COVID – 19, IRAN MENUTUP KEMBALI SEKOLAH DAN TEMPAT IBADAH

Written by

author

Virus corona yangs sudah semakin merajalela ini, membuat Iran masuk kedalam gelombang ketiga. Ini memaksa pemerintah untuk kembali menutup fasilitas umum, seperti sekolah, tempat ibadah dan yang lainnya. Ini diberlakukan pada 25 provinsi dalam kurun waktu 10 hari, yang akan diberlakukan pada tanggal 4 November 2020. Pada fasilitas umum di pembatasan baru itu yang sudah ditutup gym, museum, kolam renang, dan fasilitas umum lainnya yang asalnya sudah dibuka sekarang harus ditutup kembali. Ini dilakukan untuk keselamatan bersama dari umat manusia di Iran.

Agar kondisi ini bisa berlangsung dengan aman dan tertib, juga masyarakatnya bisa menaati peraturan yang sudah dilakukan. Maka aparat kepolisian memberlakukan sidak, yang berlangsung ke daerah yang memiliki risiko tingkat tinggi, seperti tempat bisnis. Lalu, akan memberlakukan penutupan kepada sejumlah tepat bila mana mereka melakukan pelanggaran kepada peraturan kesehatan yang sudah dibuat. Jadi, masyarakat diharapkan untuk bisa patuh dan taat kepada peraturan kesehatan yang sudah dibuat oleh pemeritah Iran.

Sekarang Iran kembali menjadi negara yang harus melakukan lockdown, dimana aktivitas umum yang dapat mengundang banyak masa dilarang. Akvitas tersebut seperti pernikahan, konferensi dan acara lainnya yang diberlakukan di ibu kota sudah tidak boleh.

Menurut yang berwenang, terjadi peningkatan kasus COVID – 19 ini bisa sampai masuk gelombang ketiga ini disebabkan, orang – orang yang sudah melanggar peraturan dan juga tidak mematuhi pembatasan. Agar tidak terjadi lagi hal yang serupa, membuat pimpinan Iran Hassan Rouhani yang akan mendirikan markas operasi. Ini dibangun untuk bisa memantau dan mengontrol para masyarakat, untuk tetap patuh dengan peraturan yang ada.

Karena sudah masuk kedalam gelombang ketiga, membuat Iran termasuk kedalam negara yang terkena dampak di Timur Tengah, juga menjadi negara yang peningkatannya tinggi di Benua Asia. Di bulan September, Iran mendapatkan tingkat kasus corona yang tinggi dan rekor atas kematian harian. Yang dimana ini sudah seharusnya segera ditangani, sebelum semuanya menjadi lebih buruk dan akan lebih banyak lagi korban jiwa yang berjatuhan.

Dalam satu hari terdapat kasur corona yang terdaftar sebanyak 7.820, bila ditotalkan sudah menyentuh jumlah 612.000 kasus. Untuk korban jiwa yang bertambah itu 386 jiwa dan bila ditotalkan dengan angka kematian karena corona sebelumnya menjadi 34.864 jiwa. Informasi ini diberikan oleh Sima Sadar Lari selaku Juru Bicara Kementerian Kesehatan.

Terdapat beberapa analisis yang mempercayai, jika peningkatan dari kasus COVID – 19 ini sebetulnya lebih tinggi lagi.

“Penyebaran penyakit, terutama di Kota Teheran lebih buruk dari yang telah diungkapkan pemerintah sejauh ini,” * diungkap pada harian Etemad.

Pernyataan yang dikeluarkan oleh dokter ternama, bahwa korban jiwa yang ada disetiap harinya sudah menyentuh angka 900. Terkecuali adanya penanganan yang lebih keras dilakukan.

“Negara atau kota berisiko tinggi harus dikarantina sepenuhnya selama dua hingga tiga minggu,” * tutur Alireza Naju selaku Kepala Departemen Virologi.

Seharusnya ini menjadi perhatian pemerintah dan lebih ditindak lanjuti dengan tindakan yang benar dan tepat. Bukan hanya peran pemerintah yang dibutuhkan disini, tetapi peran dari masyarakat yang membantu untuk bisa memutus rantai penyebara virus corona ini. Bila masyarakat dapat mematuhi peraturan kesehatan yang sudah dibuat, dengan kerja keras dan disiplin virus ini dapat diatasi bersama – sama.

Previous article

Negara Iran Telah Berhasil Meluncurkan Sistem Pertahanan Canggihnya

Next article

PENYANDERAAN YANG PERNAH TERJADI DI KEDUBES AS DI IRAN SELAMA 444 HARI

Join the discussion

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *