Skip to content

Bukti Kekuatan Pasukan Militer yang Dimiliki Negara Iran

Written by

author

Kekuatan militer yang di miliki negara Iran baik di darat, laut, udara, bahkan di bawah tanah ini sungguh menakjubkan. Bahkan dengan kekuatan militer ini, negara Rusia menyatakan tidak akan ada negara atau musuh yang berani menyerang negara Iran karena akan mendapat balasan yang hebat. Anatoly Tsyganok merupakan Kepala Pusat Studi Politik-Militer Rusia yang menyebutkan latihan militer baru ini yang dilakukan oelh Korps Pengawal Revolusi Islam yang ada di Teluk Persia yang menjadi bukti kekuatan militer negara Iran.

Bahkan tahukah kalian bahwa negara Iran merupakan salah satu negara yang paling berpengaruh di kawasan Timur Tengah. Iran juga diperkirakan memiliki 523 ribu tentara aktif, menurut Internasional Institute for Strategic Studies berbasis di Inggris. Di mana sebanyak 350 ribu personil berada di pasukan reguler, dan setidaknya terdapat 150 ribu lainnya yang tergabung dalam korps Garda Revolusi Iran.

Tsyganok juga mengatakan latihan sekali negara Iran dapat menunjukkan unit laut cepat negara Iran dan rudal jarak jauh. Dengan kekuatan militer yang dimiliki neagar Iran ini tidak ada negara yang akan berani meyerang karena mereka harus mundur dengan banyak korban. Seperti yang kita ketahui juga, bahwa Iran membalas kematian Letnan Jenderal Qasem Soleimani oleh Angkatan Darat AS di Baghdad pada Januari lalu, ia juga mengatakan Iran menargetkan pangkalan udahra AS di Irak.

Meskipun pangkalan militer tersebut tersembunyi di tempat penampungan bawah tanah yang dalam, lebih dari 100 tentara AS terluka yang menunjukkan kekuatan penghancuran persenjataan buatan negaraIran. Tsyganok juga mengatakan rudal balistik negara Iran yang diluncurkan pada platform bawah tanah akan snagat berbahaya dan mengejutkan untuk siapapun yang menyerang negara Iran.

Iran juga memiliki 20 ribu personil tambahan dalam pasukan angkatan laut Garda Revolusi negara Iran. Kelompok tersebut mengoperasikan sejumlah kapal patroli bersenjata di Selat Hormuz. Di mana Garda Revolusi negara Iran ikut mengendalikan unit Basij, kekuatan sukarela yang telah membantu menekankan perbedaan pendapat internal. Unit ini sendiri berpotensi memobilisasi ratusan ribu personel.

Garda Revolusi negara Iran tersebut didirikan 40 tahun lalu untuk dapat mempertahankan sistem Islam di negara tersebut. Pasukan ini telah menjadi sebuah kekuatan militer, politik, serta ekonomi utama dalam haknya sendiri.

Meskipun telah memiliki pasukan lebih sedikit daripada tentara reguler yang ada, Garda Revolusi negara Iran dianggap sebagai kekuatan militer paling otoritatif di negara tersebut. Iran memiliki pasukan untuk operasi di luar negeri, yaitu Pasukan Quds.

Pada bulan Januari 2020 lalu, komandan Pasukan Quds Mayor Jenderal Qassem Soleimani dibunuh oleh Amerika Serikat (AS). Peristiwa ini nyaris menyeret AS dan negara Iran dalam sebuah peperangan.

Pasukan Quds melakukan operasi rahasia di luar negeri untuk Garda Revolusi Iran dan melapor langsung ke Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, dalam praktiknya. Unit ini telah dikerahkan ke Suriah, di mana ia menyarankan elemen militer yang loyal kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Di Irak, Pasukan Quds telah mendukung pasukan paramiliter yang didominasi oleh Syiah. Mereka akan membantu memerangi milisi ISIS di negara tersebut. Namun AS menuding Pasukan Quds memiliki peran lebih luas dengan menyediakan dana, pelatihan, senjata, dan peralatan untuk organisasi yang telah ditunjuk Washington sebagai kelompok teroris di Timur Tengah.

Previous article

Kasus Corona Virus di Negara Iran Sungguh Mengerikan

Next article

AS Menawarkan Draft Baru Perpanjangan Embargo Senjata Iran

Join the discussion

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *