Skip to content

Deretan Ledakan & Kebakaran Tidak Wajar di Iran

Written by

author
Deretan Ledakan & Kebakaran Tidak Wajar di Iran

Sudah terjadi beberapa insiden ledakan dan kebakaran yang tidak wajar di berbagai situs di Iran, mulai dari bulan Juni kemarin. Terjadinya sebuah insiden ledakan dan kebakaran melanda fasilitas militer Parchin. Fasilitas militer Parchin di masa lalu dituduh sebagai lokasi uji coba perangkat nuklir, tetapi Teheran menyangkalnya. Situs lain yang dilanda insiden serupa adalah pabrik dan taman. Teheran sejauh ini tetap merahasiakan penyebab insiden di dua situs penting tersebut.

Pada tanggal 25 Juni 2020, ledakan terjadi di area pangkalan militer Parchin di Teheran. Para warga Iran di media sosial berbagi video dan foto cahaya oranye yang berasal dari tanah dan menerangi langit Teheran. Tidak lama kemudian, Kementerian Pertahanan Iran mengatakan ledakan terjadi di sebuah fasilitas penyimpanan gas di sebuah daerah yang menampung sebuah situs militer yang sensitif.

“Ledakan itu terjadi di area umum Parchin,” kata Kementerian Pertahanan melalui juru bicaranya pada saat itu. Parchin merupakan lokasi fasilitas di mana Iran dituduh melakukan tes terkait senjata nuklir. Beberapa negara anggota Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah memberikan data kepada organisasi internasional tersebut yang menunjukkan bahwa Iran mungkin telah melakukan tes hidrodinamik di Parchin di masa lalu untuk menilai bagaimana bahan-bahan spesifik bereaksi di bawah tekanan tinggi, seperti dalam ledakan nuklir.

Pada 30 Juni 2020, terjadi ledakan di sebuah klinik medis di Teheran. Sebanyak korban tewas mencapai 19 orang dan 14 orang lainnya terluka. Kantor Kejaksaan Teheran mengatakan penyebab insiden ini terjadi adalah ledakan tiga kapsul oksigen dalam klinik. Tetapi, seorang pejabat senior kepolisian mengatakan penyelidikan awal menunjuk pada kebocoran gas.

Sehari setelah ledakan, polisi mengaku telah menangkap satu orang dan mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk tiga orang lain sehubungan dengan ledakan itu. Keempat orang tersebut adalah manajer klinik.

Pada tanggal 02 Juli ini terjadi ledakan dan kebakaran di fasilitas nuklir Natanz. Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) mengatakan insiden ini tidak menimbulkan korban luka dan jiwa. Situs pengayaan uranium Natanz, yang sebagian besar di bawah tanah, adalah salah satu dari beberapa fasilitas Iran yang dipantau oleh inspektur dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA), sebuah badan pengawas nuklir PBB. Sehari setelah kejadian itu, Iran mengatakan telah menemukan penyebab insiden, tetapi menolak untuk merilis rinciannya ke publik karena alasan keamanan.

Pada tanggal 03 Juli 2020 terjadi kebakaran besar melanda sebuah taman di kota Shiraz, Provinsi Fars. Insiden itu direkam para warga yang membagikannya di media sosial. Laporan media setempat yang mengutip beberapa sumber terkait mengonfirmasi bahwa lokasi kebakaran berada di sebuah taman di Shiraz. Penyebab kebakaran masih belum jelas karena pihak berwenang tidak secara terbuka menangani insiden tersebut.

Kebakaran telah terjadi di berbagai tempat di Republik Islam Iran, dari hutan, taman, hingga situs bersejarah dan sakral milik kelompok minoritas agama. Tetapi, penyebabnya jarang diungkap.

Pada tanggal 04 Juli, terjadi kebocoran gas klorin di pusat petrokimia di Iran barat daya. Menurut laporan IRNA, sebanyak 70 pekerja jatuh sakit akibat insiden ini. Media itu melaporkan kebocoran gas klorin terjadi di pusat petrokimia Karun di kota Mahshahr, provinsi Khuzestan yang kaya minyak.

Seorang direktur layanan darurat di pusat petrokimia mengatakan bahwa penyebab insiden sedang diselidiki. Sebelumnya pada hari yang sama, sebuah pembangkit listrik di kota Ahwaz, Khuzestan, terbakar ketika sebuah trafo meledak.

Pada tanggal 07 Juli 2020, sebuah ledakan terjadi di pabrik selatan Teheran sekitar pukul 03.20 waktu setempat. Menurut laporan IRNA, dua orang tewas dan tiga orang lainnya terluka akibat ledakan. Lokasi ledakan pabrik itu berada di kota Baghershahr di distrik Kahrizak, selatan Teheran.

Gubernur Kahrizak Amin Babaei mengatakan insiden itu disebabkan oleh ledakan kapsul oksigen. Dia menyalahkan pekerja pabrik karena telah ceroboh.

Previous article

Pelapor Khusus PBB Mengeluarkan Laporan AS Harus Bertanggung Jawab Kematian Jenderal Iran

Next article

Negara Iran & Pakistan Memberikan Dukungan Pengubahan Status Hagia Sophia Turki

Join the discussion

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *