Skip to content

Fakta Terbaru Dari Trump Dimana Hampir Menyerang Negara Iran

Written by

Maide

Fakta Terbaru Dari Trump Dimana Hampir Menyerang Negara Iran – Kalau membicarakan tentang Trump pastinya banyak orang yang telah tahu bahwa salah satunya adalah melakukan penyerangan terhadap Itan.

Hal itu pun sempat dia utarakan ketika bulan Januari 2020 yang lalu dimana semua telah disiapkan untuk ikut dalam perang antara iran dan juga Irak yang telah terjadi sejak akhir tahun 2019 lalu.

Sehingga sebelumnya pada situs Ibcbet online juga sempat terjadi forum berkomentar menengai kasus yang tengah ramai ini.

Berbagai Fakta Terbaru Dari Donald Trump Dengan Perintah Mau Menyerang Iran

Fakta Terbaru Dari Trump Dimana Hampir Menyerang Negara Iran

Tepat di awal tahun 2020 yang lalu Presiden As Donald Trump memberikan instruksi untuk melakukan penyerangan terhadap Jendral Iran Qasem Soleimani. Segala keputusan itu pun diambilnya tanpa meminta usulan dari senator ataupun anggota DPR AS pada waktu itu.

Ketika itu Trump pun memberikan opininya bahwa jutaan orang meninggal dikarenakan diserang oleh Soleimani sebagai Jendral Iran yang telah melakukan penyerangan terhadap keduataan besar AS di Baghad. Hal itu pun kemudian membuat presiden As tersebut marah besar dan kemudian instruksi untu membunuh beliau.

baca artikel tentang iran bebas jerat

Namun menurut Guru Besar Hukum ID Hikmahantio Juwana bahwa kebijakan dan cara Donald Trump dalam emlakukaj penyerangan kepada Iran merupakan sebuah usaha untuk mendapatkan popularitas dari banyak pihak. Hal itu pun bisa dibawa kasus nya ke Dewan Keamanan (DK) PBB supaya Negara Iran bisa mendapatkan keadilan yang penuh.

Semua proses itu pun seolah olah memang tujuan AS untuk mendapatkan hak dalam membela dirinya sendiri ataupun right of self defence. Dengan adanya hal itu pun dianggap seolah olah Trump akan memperoleh popularitas untuk tidak diimpeach dan juga sampai ke DK PBB.

Akan tetapi semua hal itu pun kemudian ditarika kembali oleh Presiden As Donald Trump dengan memberikan pernyataan tidak akan ikut ataupun menarik diri dalam perang saudara yang sedang terjadi antara Irak dan juga Iran. Semua itu pun kemudian menyebutkan bahwa perang tak perlu dilakukan dengan operasi balasan. Hal itu disebutkan dikarenakan tidak adanya pasukan as yang terluka akibat serangan rudah balistik di Ain al Assad dan Irbil itu

Previous article

RENCANA PENYERANGAN SITUS NUKLIR IRAN YANG DIBESUT OLEH TRUMP, DAPAT BERDAMPAK LUAS

Next article

PEMBUNUHAN MENGGUNAKAN SENJATA YANG TERJADI PADA ILMUWAN NUKLIR BUATAN ISRAEL?

Join the discussion

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *