Skip to content

Insiden Misterius Kembali Mendatangi Negara Iran: 7 Kapal Terbakar Habis

Written by

author

Rentetan insiden misterius yang kembali mengguncang negara Iran belum selesai. Kali ini, telah terjadi kebakaran besar di sebuah gulungan kapal, yaitu tujuh kapal terbakar di pelabuhan Bushehr, negara Iran yang dekat dengan satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) negara tersebut.

Pejabat penanggulangan krisis negara Iran, yaitu Jahangir Dehghani menuturkan bahwa api yang membakar ketujuh kapal tersebut pada hari Rabu, 15 Juli 2020, sore waktu setempat. Insiden yang terjadi di Bushers ini masuk dalam daftar serangkaian insiden ledakan dan kebakaran misterius di lokasi penting negara Iran, termasuk kebakaran yang melanda kompleks nukli Natanz, serta ledakan di dekat fasilitas pengembangan militer Parcin pada Juni lalu. Kebakaran ini merupakan kejadian terbaru dalam suatu serangkaian insiden misterius yang telah menimbulkan spekulasi bahwa musuh internasionalnya, termasuk Israel, telah melakukan serangan diam-diam dalam upaya untuk menyabotase program nuklir rezim Teheran.

Kebakaran api yang mulai berkobar terjadi di pelabuhan Bushehr, di negara Iran bagian selatan pada Rabu, 15 Juli 2020 waktu setempat yang terjadi usai kebakaran yang melanda sebuah pabrik aluminium di kota Lamerd pada Selasa 14 Juli 2020 waktu setempat. Tetapi kebakaran ini telah dilaporkan aman terkendali dan tidak ada korban jiwa serta luka yang dilaporkan. Demikian disampaikan pihak manajemen krisis lokal kepada kantor berita IRNA. Bushehr diketahui terletak di sebuah area pantai timur Teluk Persia yang berjarak 692 kilometer di sebelah selatan ibu kota Teheran.

Satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) negara Iran terletak di Provinsi Bushehr. Media setempat melaporkan penyebab kebakaran yang masih belum jelas diketahui penyebabnya. Selama beberapa minggu terakhir, ledakan dan kebakaran yang telah mengguncang berbagai situs yang ada di negara Iran ini, termasuk situs pengayaan nuklir, sebuah pabrik produksi rudal, dan pipa gas di sebuah gedung apartemen di Teheran. Menurut laporan The Washington Post, rentetan insiden misterius itu telah mengangkat alis, karena beberapa analis berspekulasi bahwa Israel kemungkinan menjadi agresornya.

“Tempo dan tenor ledakan baru-baru ini yang terjadi di negara Iran tidak biasa. Ada bukti kampanye bersama sedang berlangsung untuk menggagalkan program nuklir di negara Iran,” ucap kata Jason Brodsky, direktur kebijakan United Against Nuclear Iran (UANI), kepada Fox News yang dilansir Kamis, 16 Juli 2020.

“Semakin negara Iran ini memajukan program nuklirnya dengan melanggar (kesepekatan) Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), semakin besar juga kemungkinan akan terjadinya serangan tambahan,” ucap jelasnya.

“Selain itu, Teheran terganggu oleh virus corona dan masalah ekonomi yang sedang melanda. Masyarakat semakin kecewa dengan kemampuan rezim untuk memerintah negara. Kondisinya sudah matang untuk aktivitas kinetik tambahan,” ucap jelas kata Brodsky.

Dua kebakaran lainnya juga membingungkan para pejabat negara Iran. Satu di zona industri di Mashhad; tempat enam tangki penyimpanan gas dilalap api pada hari Senin, dan satu lagi di fasilitas petrokimia di Mahshahr yang dituding sebagai penyebab terjadi adanya kebocoran minyak.

Insiden di berbagai lokasi di seluruh negara Iran juga terjadi ketika ketegangan antara Washington dan Teheran tetap memanas, terutama setelah serangan pesawat tak berawak AS (Amerika Serikat) yang menewaskan jenderal top negara Iran, Qasem Soleimani, pada bulan Januari 2020 lalu.

Indisedn tujuh kapal terbakar ini telah menambah daftar insiden misterius yang terjadi di N=negara Iran akhir-akhir ini.

Previous article

Negara Iran & Pakistan Memberikan Dukungan Pengubahan Status Hagia Sophia Turki

Next article

Iran Mengeksekusi Pria yang Merupakan Agen Mata-Mata Amerika Serikat Dengan Israel

Join the discussion

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *