Skip to content

Iran Mengeksekusi Pria yang Merupakan Agen Mata-Mata Amerika Serikat Dengan Israel

Written by

author

Negara Iran telah memutuskan akan mengeksekusi agen CIA dan Mossad, yang telah dijatuhi vonis karena telah melakukan spionase untuk agen mata-mata Amerika Serikat dan Israel tersebut, termasuk telah memata-matai Komandan Garda Revolusi Iran, yaitu Jenderal Qassim Sulaimani.

Pengadilan di Iran pada bulan lalu telah memutuskan Mahmoud Mousavi-Majd, yang ditangkap pada tahun 2018 lalu, telah memata-matai mantan komandan Pasukan Garda Revolusi Iran, yaitu Qassem Soleimani. Majelis hakim tersebut telah menyebut aksi mata-mata tersebut tidak terhubung dengan insiden tewasnya Soleimani pada awal taahun 2020.

Soleimani, merupakan seorang pemimpin pasukan khusus Quds, Garda Revolusi Iran, tewas akibat serangan pesawat nir-awak (drone) di Irak pada taanggal 3 Januari. Amerika Serikat menuduh Soleimani mendalangi serangan sejumlah milisi di kawasan.

Eksekusi tersebut dilakukan saat jutaan warga negara Iran memprotes hukuman mati yang telah dijatuhkan terhadap tiga pria karena mereka telah diduga terlibat pada aksi protes anti-pemerintah pada bulan November 2019. Hukuman mati terhadap tiga pria tersebut telah ditunda, kata salah satu pengacara mereka, yaitu Babak Paknia, Ahad pada 19 Juli 2020.

Sejumlah aktivis hak asasi manusia mengatakan vonis mati tersebut bertujuan mengintimidasi pengunjuk rasa lain di masa depan. Sejumlah saksi mengatakan aparat keamanan menembakkan gas air mata, pada Kamis, 16 Juli 2020 untuk membubarkan massa aksi di Kota Behbahan di wilayah barat daya Iran. Massa telah memprotes kesulitan ekonomi yang mereka hadapi dan menolak vonis mati terhadap tiga pengunjuk rasa. Sebuah slogan dalam Bahasa Farsi yang berbunyi “Jangan Eksekusi Mati” telah diunggah sebanyak jutaan kali pada minggu lalu.

Mahmoud Mousavi Majd telah dieksekusi Senin pagi, sebagaimana telah dilaporkan Mizan Online, kantor berita pengadilan, pada Senin, 20 Juli 2020. Juru bicara pengadilan, bernama Gholam-Hossein Esmaeili telah mengumumkan hukuman mati pada konferensi pers pada tanggal  9 Juni.

Terpidana disebut telah menghubungi agen mata-mata, memberikan informasi yang dia kumpulkan di berbagai bidang terkait keamanan, terutama data mengenai Angkatan Bersenjata Iran, termasuk Pasukan Quds dari Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran. Esmaili mengatakan, Majd telah menyerahkan informasi tersebut kepada AS dan agen mata-mata Israel sebagai imbalan atas remunerasi dalam dolar.

Mizan Online dalam laporannya juga menyebutkan, Majd telah dihukum karena memata-matai Jenderal Sulaimani, termasuk memata-matai pergerakan dan lokasi komandan militer lainnya, dan melaporkannya ke CIA dan Mossad.

Hukuman mati diputuskan Cabang 19 Mahkamah Agung Republik Islam Iran. Jenderal Sulaimani telah dibunuh dalam serangan udara Amerika Serikat di bandara Baghdad pada 3 Januari lalu, bersama dengan Abu Mahdi Al Muhandis, komandan kedua dari Mobilisasi Populer Irak (PMU), dan sejumlah rekan mereka saat leliar dari Bandara Internasional Baghdad, Irak.

Kedua komandan itu sangat populer karena memainkan peran penting dalam ISIS di kawasan tersebut, khususnya di Irak dan Suriah.

Mizan Online juga menjelaskan latar belakang singkat tentang Mousavi Majd. Majd pindah ke Suriah bersama keluarganya karena kegiatan bisnis ayahnya puluhan tahun yang lalu.

Setelah selesai kuliah, Majd, yang fasih bahasa Arab dan Inggris tersebut mendaftarkan diri sebagai penerjemah dengan perusahaan yang berhubungan dengan Iran. Dia tetap di Suriah sampai perang pecah pada tahun 2011.

Dia kemudian mencoba menjalin kontak dekat dengan penasehat militer Iran di negara tersebut, sebelum menghubungi seorang perwira CIA yang berbasis di Asia Barat.

Kontak Majd dengan petugas terdeteksi oleh intelijen Iran. “Perilaku mencurigakan” Majf kemudian mengarah pada investigasi yang lebih mendalam tentang dirinya yang mengungkap komunikasinya dengan “jaringan petugas intelijen CIA.”

Previous article

Insiden Misterius Kembali Mendatangi Negara Iran: 7 Kapal Terbakar Habis

Next article

Israel Menyerang Gudang Senjata Iran di Suriah, Menggunakan Rudal

Join the discussion

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *