Skip to content

Iran Pindahkan Kapal Induk AS Turun ke Selat Hormuz

Written by

author

Angkatan bersenjata negara Iran dilaporkan telah memindahkan kapal induk tiruan USS Nimitz ke bagian Selat Hormuz di tengah. Hal ini membuat meningkatnya ketegangan antara negara Teheran dengan negara Amerika Serikat.

Hal ini diketahui dari berbagai foto-foto satelit yang dirilis pada Senin, 27 Juli 2020. Foto tersebut kemungkinan mengisyaratkan bahwa negara Iran berencana akan menggunakan kapal induk tiruan itu untuk melakukan latihan tembakan secara langsung.

Sebuah gambar dari Maxar Technologies yang diambil pada Minggu menunjukkan kapal cepat negara Iran telah menuju kapal induk untuk mengirimkan gelombang naik, setelah kapal tunda (tugboat) menariknya ke selat dari kota pelabuhan Iran, Bandar Abbas.

Dilansir AFP, pada Senin, 22 Juli 2020, menurut foto satelit tersebut, kapal induk tiruan itu membawa enam belas model tiruan (mock-up) jet tempur di geladak. Kapal tersebut kira-kira memiliki panjang sekitar 200 meter (650 kaki) dan lebar 50 meter (160 kaki).

Sementara USS Nimitz asli memiliki panjang lebih dari 300 meter (980 kaki) dan lebar 75 meter (245 kaki).

Media dan pejabat pemerintah negara Iran belum mengakui pihaknya telah memindahkan kapal induk tiruan ke Selat Hormuz. Tetapi, kemunculan kapal itu menunjukkan bahwa Korps Garda Revolusi negara Iran yang sedang mempersiapkan latihan besar seperti yang pernah dilakukan pada tahun 2015 lalu.

Juru bicara Armada ke-5 Angkatan Laut Amerika Serikat, yaitu Rebecca Rebarich, menyatakan yang mempunyai pangkalan di Bahrain dan berpatroli di perairan Timur Tengah menyatakan yakin akan kemampuan mereka untuk mempertahankan diri terhadap ancaman maritim.

“Kami tidak bisa menanggapi apa yang diharapkan negara Iran dari membangun maket ini, atau nilai taktis apa yang mereka harapkan dari menggunakan maket itu dalam sebuah skenario pelatihan atau latihan,” ucap kata Rebarich kepada Associated Press.

“Kami tidak mencari keributan, tapi (kami) tetap siap membela pasukan dan kepentingan negara Amerika Serikaat dari segala ancaman maritim di kawasan ini,” tambahnya.

Kapal tiruan itu juga telah menyerupai kapal-kapal induk kelas Nimitz yang biasa digunakan Angkatan Laut Amerika Serikat berlayar ke Teluk Persia dari Selat Hormuz. USS Nimitz sendiri baru saja memasuki perairan Timur Tengah akhir pekan lalu dari Samudra Hindia.

USS Nimitz kemungkinan akan menggantikan USS Dwight D. Eisenhower di Laut Arab. Masih belum jelas kapan atau apakah Nimitz akan melewati Selat Hormuz atau tidak selama berlayar di Timur Tengah. Tahun lalu, USS Abraham Lincoln juga telah menghabiskan berbulan-bulan berlayar di Laut Arab sebelum menuju Selat Hormuz.

USS Nimitz, yang kemudian menjadi kelas tersendiri di kapal induk AS, baru saja memasuki perairan Timur Tengah pada pekan lalu. Diyakini, kapal dengan panjang 333 meter tersebut akan menggantikan USS Dwight D Eisenhower, juga di kelas yang sama, di kawasan Laut Arab. Belum diketahui bagaimana kapal induk super yang ditugaskan sejak tahun 1968 tersebut akan melewati Selat Hormuz selama berada di Timur Tengah. USS Abraham Lincoln, dikerahkan tahun lalu ketika tensi dua negara meningkat, menghabiskan berbulan-bulan di Laut Arab sebelum masuk ke selat itu.

Musim lalu serangkaian serangan dan insiden semakin meningkatkan ketegangan antara negara Iran dengan negara Amerika Serikat. Ketegangan mencapai puncaknya lewat serangan drone pada tanggal 3 Januari 2020 di dekat Bandara Internasional Baghdad yang telah menewaskan korban jiwa Komandan Pasukan Garda Revolusi Iran, yaitu Jenderal Qassem Soleimani.

Negara Iran membalas serangan itu dengan serangan rudal balistik yang akhirnya berhasil melukai puluhan tentara Amerika yang ditempatkan di negara Irak.

Previous article

Israel Menyerang Gudang Senjata Iran di Suriah, Menggunakan Rudal

Next article

Pertama Kalinya, Iran Meluncurkan Rudal di Bawah Tanah!

Join the discussion

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *