Skip to content

DIDUGA MEMILIK DATA PEMILIHAN PILPRES AS, FBI MENCURIGAI IRAN JUGA RUSIA YANG INGIN MENGJATUHKAN TRUMP

Written by

author

Terpilihnya Joe Biden sebagai presiden Amerika Serikat, setelah mengalahkan Trump. Melewati berbagai persaingan sengit yang sudah mereka lakukan dan sekarang sudah terpilih Biden dengan  pemilihan suara yang lebih banyak dibandingkan Trump. Tetapi ini semua tidak berhenti sampai dengan terpilihnya presiden AS, karena ini masih jadi perbincangan untuk AS dan juga beberapa negara lainnya. Munculnya berbagai opini yang datang dari beberapa pihak ini, membuat pilpre AS rasanya masih belum usai. Terdapat beberapa spekulasi yang bermunculan,  salah satunya adalah dari FBI bahwa negara Iran dan Rusia mereka mempunyai data pemilihan pilpres AS.

Laporan yang diberikan oleh pejabat keamanan nasional Amerika Serikat, dimana Iran mengirimkan sebual email. Ternyata email tersebut dapat mejadi sebuah ancaman untuk orang – orang yang akan melakukan pemilihan pada pilpres AS dari partai Demokrat. Email yang mengancam tersebut diduga dari kelompok pro Trump sayap kanan.  Tujuan mereka untuk mengirimkan email tersebut agar bisa memancing keresahan, kepada yang akan memilih capres. Opini ini disampaikan oleh John Ratcliffe selaki Direktur Intelijen Nasional. Selain email tersebut, ditemukan juga seputar informasi pendaftaran pemilih yang didapatkan oleh Rusia juga Iran. Informasi inii didapatkan dari para pejabat AS.

Email yang seolah – olah mengancam tersebut, menyebar ketika 13 hari sebelum diadakannya pemilihan presiden yang akan berlangsung di Amerika Serikat. Email tersebut ditujukan kepada pemilih demokrat yang sudah didata pada beberapa negara bagian, salah satunya adalah medan pertemuan utama Florida. Lalu isi dari email tersebut yang memberikan arahan dan memaksa untuk mereka memberikan suaranya kepada Trump.

“Anda akan memilih Trump pada Hari Pemilu atau kami akan menghampiri Anda,” * isi email tersebut yang diumumkan oleh media AS.

“Ubah afiliasi partai Anda menjadi Republik untuk memberi tahu kami bahwa Anda telah menerima pesan kami dan akan mematuhinya.” * isi email tersebut.

Terdapat tragedi seperti ini beberapa hari sebelum pemungutan suara itu akan diberlakukan, memunculkan rasa prihatin dari pemerintah. Dimana terlalu banyaknya campur tangan yang dilakukan oleh aktor asing ketika pemungutan suara serta kampanye.

Email yang memberikan keresahan tersebut dikatakan berasal dari Prou Boys, yang diperuntukan untuk menjelekan dan menurunkan citra dari seorang Trump. Membuat opini orang – orang yang mendapatkan  email tersebut, memiliki pemikiran yang tidak kepada Trump, hal ini dikatakan oleh Rarcliffe.

Data pemilihan itu memiki peran yang sangat penting tentunya untuk pemilihan capres yang sedang berlangsung. Karena data pemilihan tersebut untuk saling menghubungkan bila adanya informasi bodong ketika pemilih sudah terdata. Dan mereka mengharapkan bahwa nantinya akan terjadi kerusahan juga kekacauan yang dimana memberikan dampak buruk kepada demokrasi di Amerika yaitu rasa ketidakpercayaan.

“Para pejabat “belum melihat tindakan yang sama dari Rusia,” tetapi mereka sadar bahwa Rusia juga memiliki beberapa informasi pemilih” * Ucap Ratcliffe.

Beberapa negara bagian, menyediakan data pemilihan berdasarkan permintaan. Yang dimana beberapa negara bagian tersebut memang memberlakukan syaratnya masing – masing, seperti yang minta informasi pemilih, cara menggunakan datan, ada apa saja data yang ada.

“Jika Anda menerima email yang mengintimidasi atau manipulatif di kotak masuk Anda, jangan khawatir dan jangan menyebarkannya,” * tutur Ratcliffe. Dia mengklaim bahwa aksi tersebut untuk merusak pemilhah pilpres AS.

Previous article

PENYANDERAAN YANG PERNAH TERJADI DI KEDUBES AS DI IRAN SELAMA 444 HARI

Next article

TRAGEDI PEMBUNUHAN ORANG NOMOR DUA AL – QAEDA DI IRAN YANG MENUAI KONTROVERSI

Join the discussion

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *