Skip to content

Sikap Iran Atas UEA & Bahrain

Written by

author

Normalisasi hubungan antara negara Israel telah disepakati oleh dua negara kerajaan Islam yang bernama Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) yang mengundak reaksi keras dari sejumlah negara. Dimana salah satunya Republik Islam Iran telah kembali mengancam akan memberikan respons keras terhadap kedua negara Jazirah Arab tersebut. Kabarnya 16 September 2020 telah adanya kesepakatan perdamaian yang dijalin oleh Bahrain dan UEA yang menimbulkan kecaman keras dari Korps Garda Revokusi Islam Iran (IRGC). Tidak segan IRGC ini menyebut Bahrai dan UEA sebagai pengkhianat dan telah melakukan tindakan bodoh.

Dimana kesepakatan ini merupakan kebodohan historis dan jelas merupakan sebuah pengkhianatan yang akan mempercepat pemusnahan Israel, seperti kata pernyataan Korp Garda Revolusi Iran. Berakhirnya sanksi embargo negara Iran ini ada di tanggal 18 Oktober 2020 yang membuat Negeri Mullah ini semakin leluasa untuk membuat perhitungan dengan musuh-musuhnya. Iran juga akan memberikan tanggapan keras terhadap seluruh entitas Zionisme termasuk UEA, seperti yang dikatakan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Iran, yaitu Hassan Abdel Lahiran.

Dimana setiap aktivitas ini akan jelas atau rahasia dilaukan dinas intelijen Israel atau agen mereka di Republik Islam, tanggapan ini akan diarahkan hanya kepada entitas Zionis. Dan UEA akan menjadi beberapa bagain daru tanggapan ucap Lahian.

Korp Garda Revolusi Islam Iran ini telah kembali memperingatkan Bahrain agar waspada terhadap aksi pembalasan. Dimana Bahrain ini memilih untuk bersekutu dengan Israel yang bernotabene sebagai musuh negara Islam, khususnya Palestina. Penguasa algoho Bahrain juga harus menunggu pembalasan dendam yang keras dari oada Mujahidin (Pejuang jihadis) yang bertujuan untuk membebaskan Quds (Jerusalem) dan sebuah negara Muslim yang bangga di negara ini, seperti pernyataan Korps Garda Revolusi Islam Iran.

Panglima angkatan bersenjata negara Iran atau yang disebut Artesh ini merupakan Mayor Jenderal Mohammed Bagheri yang tengah memperingatkan UEA bahwa pendekatan negara Iran ini akan berubah paska keputusan berdamai dengan Israel. Tidak hanya itu saja Bagheri juga telah mengancam akan menyerang UEA jika keamanan nasional milik negara Iran akan terancam akibat adanya perjanjian damai tersebut.

Presiden Hassan Rouhani juga menyatakan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain akan bertanggung jawab atas segala bentuk konsekuensi yang dihasilkan dari normalisasi hubungan dua negara Arab tersebut dengan Israler. Presiden AS Donald Trump ini juga telah mengatakan bahwa kesepakatan normalisasi hubungan diplomatik ini juga akan ditengahi Wahington DC yang akan terjadi antara Israel dengan Arab Saudi yang selama ini menjadi pesaing utama negara Iran yang ada di Timur Tengah.

Negara Iran juga sebelumnya telah memperingatkan Bahrain bahwa kesepakatan damain dengan zionis ini telah menjadi sebuah negara pulau yang ada di Teluk Persia sebagai mitra bagi kejahatan Israel. Iran ini juga telah menuduh UEA yang telah mengkhianati dunia Islam.

Nahrain juga telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran di tahun 2016. Dan IEA menurunkan hubungann dengan Iran di tengah meningkatnya ketegangan antara Riyadh dan juga Teheran.

Hal apalagi yang akan terjadi antara negara Iran dengan negara Israel maupun Amerika setelah ini? Akankah hubungan semakin baik atau bahkan semakin memanas? Yuk baca berita baru seputar negara Iran dari website kami. Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga dapat menambah informasi serta pengetahuan baru bagi kalian. Sekian informasi ini kami sampaikan, terima kasih!

Previous article

Dalam Waktu Tiga Hari Lagi, Negara Iran Bebas Dari Jerat Embargo

Next article

Negara Iran Telah Berhasil Meluncurkan Sistem Pertahanan Canggihnya

Join the discussion

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *