Skip to content

Israel Menyerang Gudang Senjata Iran di Suriah, Menggunakan Rudal

Written by

author

Pesawat tempur negara Israel telah menyerang beberapa sasaran yang berada di bagian selatan Damaskus dengan menggunakan senjata rudal, kata salah satu sumber di Suriah. Beberapa milisi non-Suriah dinyatakan telah tewas dan sekitar 11 lainnya terjadi luka-luka dalam serangan tersebut, hasil lapor kelompok pengamat di London.

Setidaknya tujuh tentara dan milisi terluka ketika pasukan pertahanan Suriah menangkis berbagai serangan rudal negara Israel di daerah bagian selatan dan bagian barat Damaskus pada Senin malam, 20 Juli 2020, hasil lapor dari sebuah sumber militer Suriah kepada kantor berita AFP. Peluru kendali tersebut telah diluncurkan oleh pesawat tempur dari Dataran Tinggi Golan yang diduduki oleh negara Israel.

“Serangan tersebut telah menimbulkan berbagai kerusakan materi berat”, ucap kata sumber tersebut tanpa memberikan rincian. Pertahanan darat Suriah mampu menembakkan berbagai sejumlah rudal menangkis serangan militer negara Israel di sekitar wilayah Sahnaya dan daerah sekitar Al-Kiswa di bagian selatan ibukota.

Warga yang tinggal di daerah bagian selatan Damaskus menyatakan kepada kantor berita DPA, bahwa terjadi sebuah ledakan keras yang terdengar pada Senin malam, 20 Juli 2020 dan diikut sertai suara ambulans dengan sirene meraung yang menggema di daerah tersebut.

Depot senjata negara Iran dihantam oleh rudal

Organisasi Syrian Observatory for Human Rights. di London mengatakan, bahwa adanya terjadi beberapa serangan dengan rudal pada Senin malam, 20 Juli 2020 menghantam depot senjata yang diduga milik milisi negara Iran dan serta menewaskan lima orang korban jiwa. Kelima orang tersebut yang tewas adalah serdadu non-Suriah, kata kelompok tersebut. Negara Iran merupakan sekutu utama Presiden Suriah Bashar al-Assad sejak terjadi adanya pemberontakan kelompok yang menuntut demokrasi tahun 2011.

Organisasi tersebut lebih lanjut melaporkan, terdapat adanya 11 tentara lain yang terluka, di mana empat tentara non-Suriah dan tujuh tentara pemerintah Suriah, dua di antaranya dalam kondisi kritis.

Sebulan sebelumnya, pada tanggal 23 Juni 2020, negara Israel juga telah melakukan serangan udara ke pedesaan barat daya dan timur Suriah, yang telah menewaskan dua serdadu Suriah.

Seorang juru bicara militer di negara Israel juga mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa pihaknya “tidak mengomentari laporan asing”.

Perang Tiada Akhir

Suriah telah dilanda berbagai kehancuran akibat terjadi adanya sebuah perang saudara sejak tahun 2011 setelah Presiden Bashar Assad kehilangan kendali atas sebagian besar negara tersebut karena terdapat adanya berbagai kelompok revolusioner. Sejak dari itu, konflik menarik berbagai kekuatan asing dan telah membawa kesengsaraan serta kematian bagi rakyat Suriah.

Negara Israel sendiri telah meluncurkan berbagai ratusan serangan ke Suriah sejak terjadinya sebuah konflik dan perang saudara di negara tersebut. Negara Israel yang terutama menargetkan beberapa pasukan pemerintah Suriah, sekutu pasukan Iran dan satuan kelompok militan Syiah Lebanon, Hizbullah. Negara Israel juga mengatakan tujuannya adalah mengakhiri kehadiran militer Teheran di Suriah.

Konflik sembilan tahun di Suriah telah menewaskan lebih dari 380.000 orang dan memaksa lebih dari setengah populasi negara tersebut harus mengungsi.

Akan terjadi apa lagi setelah ini di negara Iran? Sebelum kabar ini datang negara Iran juga telah dilanda berbagai kasus penyerangan aneh yang menghancurkan beberapa bagian di Iran. Tunggu berita terbarunya dari kami, sekian berita ini kami sampaikan, terima kasih.

Previous article

Iran Mengeksekusi Pria yang Merupakan Agen Mata-Mata Amerika Serikat Dengan Israel

Next article

Iran Pindahkan Kapal Induk AS Turun ke Selat Hormuz

Join the discussion

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *