Skip to content

Kasus Corona Virus di Negara Iran Sungguh Mengerikan

Written by

author

Virus corona atau covid-19 ini sungguh meresahkan seluruh dunia yang ada. Virus ini juga cukup telah berlangsung lama menyerang manusia di berbagai negara yang ada di dunia. Akibat virus ini mengakibatkan kita sulit melakukan segala kegiatan di luar rumah, demi dapat segera memutuskan rantai penyebaran covid-19.

Hanya saja, karena kasus covid-19 ini mengakibatkannya krisis perekonomian di dunia. Sehingga banya negar di dunia yang melangsungkan “New Normal” demi menstabilkan perekonomian yang ada. Tetapi untuk “New Normal” ini seluruh warga negara pastinya harus mematuhi segala peraturan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintahan.

Kegiatan “New Normal” ini juga diberlangsungkan di negara Iran. Tetapi buruknya tingkat kepedulian warga negara Iran terhadap penerapan protokol kesehatan yang telah ditetapkn oleh pemerintah di negara Iran. Akibat ketidakpedulian warga negara Iran terhadap penerapan protokol kesehatan menyebabkan setidaknya ada kasus 1 orang meninggal dunia akibat Covid-19 virus setiap 7 menit di negara Iran.

Pada Senin 03 Agustus 2020, dilaporkan juru bicara Kementerian Kesehatan negara Iran, yaitu Sima Sadat Lari, menyatakan bahwa dalam 24 jam terakhir negara Iran sudah mencatat adanya 215 kematian akibat kasus Covid-19.

Dengan tambahan tersebut, saat ini total korban penderita covid-19 yang meninggal dunia di negara Iran sudah mencapai 17.405. Sementara itu jumlah kasus infeksi corona virus ini bertambah 2.598 kasus hingga menjadi 312.035.

Stasiun televisi pemerintah negara Iran pada hari ini juga telah melaporkan bahwa masih banyak warga negara Iran yang tidak menjalankan protokol kesehatan seperti menjaga jarak satu sama lain.

Sejumlah ahli meragukan keakuratan laporan pemerintah yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan tersebut dan menilai jumlahnya mungkin lebih banyak.

Bukan tanpa alasan, pada bulan April lalu pusat penelitian parlemen negara Iran melaporkan bahwa jumlah kasus Covid-19 mungkin terdapat dua kali lipat lebih banyak apa yang dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan.

Dalam laporan bulan April tersebut, disebutkan bahwa angka yang dikeluarkan oleh pemerintah hanya berdasarkan pada data kematian yang tercatat di rumah sakit dan orang yang sudah positif corona.

Padahal besar kemungkinan anak lebih banyak yang meninggal dunia akibat corona virus ini tanpa pernah menjalani tes Covid-19.

BBC pada hari ini juga melaporkan bahwa, berdasarkan data dari berbagai sumber, jumlah korban meninggal di Iran mungkin tiga kali lipat lebih banyak dari laporan resmi pemerintah.

Pemerintah negara Iran tetap membantah semua laporan tersebut dan mengatakan bahwa tidak ada apapun yang ditutup-tutupi. Jumlah kasus infeksi dan kematian akibat Covid-19 di negara Iran terus meningkat sejak aturan pembatasan sosial mulai dilonggarkan pada pertengahan April lalu.

Tidak hanya kasus corona virus saja, negara Iran sudah mengalami serangkaian krisis sebelum corona virus menyerang. Pada bulan Januari, negara Iran terlibat dalam konflik senjata dengan AS karena adanya pembunuhan Jenderal Iran Qasem Soleimani oleh tentara Paman Sam.

Tetapi, pembalasan di negara Iran keliru dan membuatnya menembakkan pesawat komersial Ukraina saat lepas landas di bandara internasional Teheran. Hal ini membuat adanya 176 penumpang dan awak tewas.

Saat ini pemerintah negara Iran dikabarkan sedang menyiapkan langkah-langkah baru untuk mencegah penyebaran virus. Bahkan kebijakan lockdown bisa saja diberlakukan. Sejak bulan lalu pemerintah negara Iran yang sudah mewajibkan penggunaan masker untuk semua warganya.

Previous article

Pertama Kalinya, Iran Meluncurkan Rudal di Bawah Tanah!

Next article

Bukti Kekuatan Pasukan Militer yang Dimiliki Negara Iran

Join the discussion

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *