Skip to content

Negara Iran Mengetahui Siapa Pelaku Peledakan Fasilitas Nuklir di Natanz

Written by

author

Pemerintah di negara Iran telah menyatakan adalnya hasil dari pengidentifikasian yang sudah terjadi di balik adanya sebuah ledakan yang ada di salah satu situs nulkir yang terjadi pada awal tahun ini. Dimana mereka juga telah menegakkan sesuatu yang mengetahui sebuah motif yang menyerang fasilitas nuklir tersebut. Juru bicara dari salah satu Organisasi Energi Atom Iran, yaitu Behrouz Kalamlvandi juga turut serta dalam mengatakan sesuatu mengenai insiden yang terjadi pada bulan Juli 2020 di fasilitas nuklir yang ada di Natanz, dimana ia menyatakan bahwa hal tersebut adalah ”tindakan perilaku sabotase” ucapnya selama di wawancara televisi.

Behrouz Kamalvandi juga mengatakan bahwa “Sejauh yang kami tahu, mereka telah mengidentifikasi siapa pelakunya dan mengetahui insentif dan metode apa mereka dan sbeenarnya, mereka ini memiliki pengetahuan penuh tentang masalah ini,” ucapnya Kamalvandi saat Ahad kemarin pada 06 September 2020 sama halnya seperti yang dilansir oleh timesofisrael.

Kamlavandi juga mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki perincian yang lengkap mengenai hal investigasi yang sedang berlangsung ini. Dan bahwa tidak ada formasi lebih lanjut yang bisa diberikan saat sekarang ini. Selain itu, dirinya juga telah mengkonfirmasi bahwa pada pertama kalinya ada sebuah ledakan Natanz yang berupa sabotase pada bulan lalu.

Laporan media asing juga telah dikaitkan dengan negara Israel atau Amerika Serikat yang merusak adanya pengembangan sentrifugal yang canggih dan juga pabrik perakitan yang ada. Kamalvandi juga menyatakan bahwa mereka ini tidak mengganggu berjalannya operasi, tetapi berjanji bahwa negara Iran akan terus menganggapi aktor Internasional yang ditemukan ada di balikan ledakan ini terjadi.

Iran juga mengatakan pada bulan Juli lalu, dimana situs berita negara Iran atau “Didban Iran” atau “Iran Watch” yang terkait dengan kementerian intelijen negara. Dimana mereka melaporkan bahwa Korps Pengawal Revolusi Islam telah menyatakan bahwa adanya pemicu yang menyebabkan adanya ledakan tersebut merupakan Irsyad Karimi, yang ialah seorang kontraktor pada situs yang memiliki sebuah perusahaan MEHR yang telah memasok peralatan pengukur presisi.

Tetapi berbeda hal dengan laporan New yprk Times, dimana ledakan tersebut kemungkinan besar diakibatkan karena adanya sebuah bom yang ditanam pada fasilitas tersebut, dimana hal tersebut berpotensi pada jalur gas strategis. Laporan ini juga tidak menutup kemungkinan bahwa serangansiber ini digunakan dalam menyebabkan kerusakan daripada sebuah ledakan yang terjadi.

Pejabat iran juga telah mengatakan bahwa “jejak ledakan dari elemen yang terjadi dalam gedung” dan bahwa ledakan tersebut disebabkan akubat adanya serangan drone ataupun rudal yang terjadi. Mereka juga menolak untuk membocorkan informasi yang terjadi akibat adanya alasan masalah keamanan. Ledakan tersebut terjadi akibat adanya serangkaian ledakan yang misterius dari sebuah situs strategis negara Iran yang terjadi di sekitar waktu yang sama dan sebagian besar hal itu terjadi karena disebabkan oleh Washington, Yerusalem, atau keduanya. Laporan ini sendiri mengindikasikan negara Iran yang telah bergerak meningkatkan per=ngayaan uranium yang terjadi di Natanz. Dokumen dari Badan Energi Atom internasional yang dikutip oleh kantor berita Bloomberg yang mengatakan bahwa sentrifugal canggih baru dan sedang dipindahkan dari fasilitas percontohan yang ada di area baru fasilitas nuklir.

Iran juga telah mengambil berbagai langkah kecil tetapi eskalasi dari kepatuhan pada perjanjian, hal ini terjadi karena menekan pencabutan sanksi yang telah dijanjikan.

Previous article

Permintaan AS Mengenai Kembali Sanksi Negara Iran Ditolak DK PBB

Next article

Amerika Serkat Diperingatkan Negara Iran Agar Tidak Membuat Kesalahan Strategis

Join the discussion

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *