Skip to content

Negara Iran & Pakistan Memberikan Dukungan Pengubahan Status Hagia Sophia Turki

Written by

author

Negara Iran dan Pakistan telah menunjukkan dukungannya terhadap  keputusan negara Turki yang mengubah status Hagia Sophia dari sebuah museum kembali menjadi masjid. Dukungan ini muncul ketika negara-negara Barat dan komunitas Kristen mengkritik langkah yang dilakukan oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan tersebut. Juru bicara dari pada Kementerian Luar Negeri Iran, yaitu Sayed Abbas Mousavi mengucapkan bahwa Teheran senang melihat pembukaan Hagia Sophia yang dipergunakan sebagai tempat ibadah umat Islam, dan merupakan hak preogatif dari Turki.

“Atas pembukaan Hagia Sophia untuk ibadah, yang diterima dengan kepuasan oleh orang-orang Turki dan Muslim, kami juga merasakan sukacita,” ucapnya.

Mengacu pada reaksi beberapa negara Barat terhadap keputusan Ankara atau ibukota negara Turki tersebut. Di mana dia mengatakan bahwa nasib Hagia Sophia adalah masalah internal negara Turki sendiri. “Ini adalah masalah yang perlu dinilai dalam konteks kedaulatan nasional Turki,” katanya.

Sementara itu di Pakistan, Chaudhry Pervaiz Elahi, seorang ketua majelis negara bagian Punjab, provinsi terbesar di Pakistan, menyebutkan bahwa Presiden Turki, yaitu Recep Tayyip Erdoğan “berani” karena mengubah Hagia Sophia.

“Kami memuji Presiden Recep Tayyip Erdoğan atas keputusannya yang berani tentang status Masjid Hagia Sophia. Ini tidak hanya sesuai dengan keinginan rakyat dari pada negara Turki saja, tetapi seluruh dunia Muslim,” ucap Elahi.

Elahi ialah seorang anggota Liga Muslim Pakistan (Quaid-I-Azam) yang merupakan mitra koalisi Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, menggarisbawahi dalam sebuah pernyataan bahwa bangunan Masjid Hagia Sophia adalah bagian dari warisan budaya untuk seluruh dunia Muslim.

Maulana Masood Azhar adalah seorang pemimpin kelompok Jaish-e-Mohammad Pakistan, yang mengatakan dirinya menyambut “pertobatan” Hagia Sophia.

Kelompok Hamas Palestina juga menyampaikan ucapan selamat kepada negara Turki atas keputusannya mengubah Hagia Sophia kembali menjadi fungsi bangunan masjid.

“Pembukaan Hagia Sophia untuk salat adalah salah satu sebuah momen yang paling membanggakan bagi semua Muslim,” ucap Rafat Murra, kepala kantor pers internasional Hamas, dalam sebuah pernyataan tertulis.

Sekadar diketahui Hagia Sophia di Istanbul atau yang dikenal sebagai Konstantinopel telah selesai dibangun sebagai sebuah bangunan tempat ibadah Katedral Kristen Kekaisaran Romawi Timur atau Bizantium pada tahun 537. Pada tahun 1204, Hagia Sophia dikonversi oleh Tentara Salib Keempat menjadi sebuah katedral Katolik Roma di bawah Kekaisaran Latin, sebelum dikembalikan lagi menjadi Katedral Ortodoks setelah pembangunan kembali Kekaisaran Bizantium pada tahun 1261 silam.

Dan pada tahun 1453, Konstantinopel yang menjadi sebuah Ibu Kota Kekaisaran Bizantium telah ditaklukkan oleh Kekaisaran Ottoman di bawah pimpinan Sultan Mehmed II atau dikenal sebagai Mehmed Sang Penakluk. Atas perintah Sultan Mehmed II, Hagia Sophia dikonversi akan menjadi sebuah bangunan tempat ibadah muslim atau “masjid”.

Setelah Kekaisaran Ottoman runtuh, lahirlah sebuah republik Turki modern yang dipimpin oleh Mustafa Kemal Ataturk. Dia menjadikan Turki sebagai negara sekular dan pada tahun 1953, Ataturk mengubah status Hagia Sophia menjadi sebuah museum.

Dan pada Jumat pekan lalu menjadi sebuah sejarah lagi ketika Erdogan mengubah bangunan kuno itu kembali menjadi sebuah tempat ibadah masjid bagi umat muslim, setelah pengadilan administrasi utama Turki mencabut atau membatalkan keputusan pemerintah Ataturk.

Sekarang ini Hagia Sophia resmi diubah fungsinya pada Jumat, 10 Juli 2020 waktu setempat, usai dekret sebagai museum yang dicabut oleh pengadilan Turki. Dan memfungsikan Hagia Sophia kembali menjadi sebuah tempat ibadah masjid.

Previous article

Deretan Ledakan & Kebakaran Tidak Wajar di Iran

Next article

Insiden Misterius Kembali Mendatangi Negara Iran: 7 Kapal Terbakar Habis

Join the discussion

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *