Skip to content

PENYANDERAAN YANG PERNAH TERJADI DI KEDUBES AS DI IRAN SELAMA 444 HARI

Written by

author

Pemberontakan yang terjadi oleh para mahasiswa yang datang berbondong – bondong, memiliki tujuan yang sama yaitu mendukung Revolusi Iran.

Mereka datang ke Kedutaan Besar Amerika Serikat yang berada di Teheran, Iran. Mereka melakukan aksi menyendera orang Amerika yang berjumlah 60 penduduk Amerika.

Penyanderaan tersebut dilakukan ada yang sampai 444 hari, memiliki tujuan mendukung Revolusi Iran.

Semakin menyeruak dengan lahirnya keputusan dari Presiden Jimmy Carter, yang memberikan izin kepada Shah Iran untuk dilengserkan (dia merupakan otokrat pro – Barat yang sudah diusir, saat sebelum aksi penyanderaan ini terjadi kurang lebih beberapa bulan yang lalu).

Apa yang sudah dilakukan oleh sekelompok mahasiswa Iran ini bukan hanya karena Shah Iran yang diperbolehkan untuk berobat penyakit kanker ke AS saja.

Ini juga memiliki sangkut paut dengan semangat yang membara dari para mahasiswa, sehingga penyanderaan ini menjadi lebih dramatis. Mereka memberikan pernyataan kalau Iran sudah tidak memiliki ikatan dengan masa lampau.

Disambung dengan itu, sekelempok mahasiswa itu juga pernyataan yang ditujukan kepada AS untuk tidak ikut campur tangan lagi dengan urusan  – urusan yang terjadi di dalam negara Iran.

Penyanderaan yang dilakukan pada tanggal 4 November tahun 1979 ini, sebagai cara yang dilakukan agar memberikan peningkatan kepada profil intra serta internasional dari pemimpin revolusi Iran yang dimana dia merupakan orang yang anti dengan Amerika bernama Ayatollah Ruhollah Khomeini.

Berlangsung hingga 444 hari yang dimana mereka sandera – sandera tersebut dilepaskan ketika 21 Januari 1981.

Ini dilakukan sesudah krisis yang terjadi dan pidato pengukuhan yang dituturkan oleh Presiden Ronald Reagen.

Tidak sedikit Sejarawan yang memiliki kepercayaan, saat penyanderaan yang terjadi ini dan menimbulkan krisis.

Menjadikan Jimmy Carter tidak dapat merasakan dirinya sebagai orang nomor 1 di AS, karena harus kehilangan jabatannya tersebut selama dua kali.

Sekelompok mahasiswa Iran yang saat itu datang untuk menyandera, mereka memanja pagar dan tembok di kedutaan AS tersebut.

Dan langsung memberikan dobrakan kepada gerbang serta pintu meereka. Sesudah itu aksi mereka pun dilancarkan dengan menyandera 60 orang  lebih warga AS.

Mayoritas mereka yang disandera oleh kelompok mahasiswa tersebut merupakan diplomat serta  karyawan dari kedutaan tersebut.

Tetapi tidak semua orang yang berada di Kedubes tersebut menjadi sanderaan, karena ada beberapa orang yang dilepaskan dengan berbagai alasan, seperti warga Afrika – Amerika, perempuan, juga orang yang bukan asli dari warga AS.

Lalu ada juga dari salah satu sandera yang mempunyai riwayat kesehatan yang kurang baik, sehingga mereka  melepaskannya.

Sisanya tetap menjadi sandera di Kedubes AS. Sisanya terdapat 52 orang, yang melalui hari –harinya sebagai sandera. Berada disituasi serta kondisi yang tidak nyaman, tertekan, dan berat.

Berada di tempat dengan kondisi yang tidak pernah terbayangkan seperti itu, rasanya diberi nafas untuk hidup saja sudah untung.

Banyak peraturan juga larangan yang mereka terapkan kepada para sandera. Dari AS sendiri sudah menyiapkan Pasukan Militer, untuk menyelematkan para sandera. Tetapi mereka tidak menemukan orang untuk bisa diajak bernegosiasi.

Setelah melakukan banyak cara dan banyak jalan yang ditempuh, terbentuklah sebuah kesepakatan yang membuat sandera dilepaskan.

Kasus dari krisis sandera ini menjadi tamparan yang keras untuk AS. Menjadi mimpi buruk untuk AS krisis penyanderaan yang sudah terjadi ini.

Previous article

SUDAH MASUK KEDALAM GELOMBANG TIGA COVID – 19, IRAN MENUTUP KEMBALI SEKOLAH DAN TEMPAT IBADAH

Next article

DIDUGA MEMILIK DATA PEMILIHAN PILPRES AS, FBI MENCURIGAI IRAN JUGA RUSIA YANG INGIN MENGJATUHKAN TRUMP

Join the discussion

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *