Skip to content

RENCANA PENYERANGAN SITUS NUKLIR IRAN YANG DIBESUT OLEH TRUMP, DAPAT BERDAMPAK LUAS

Written by

author

Terdapat desas desus rencana Trump yang akan menyerang situs nuklir Iran. Terkait tentang berita rencana yang akan dilakukan Trump tersebut, Iran memberikan tanggapan pada informasi yang sudah menyebar tersebut. Tanggapan ini langsung dikeluarkan oleh juru bicara pemerintah Ali Rabiei, saat sedang konferensi pers. Yang dimana menuturkan bahwa, bila AS akan menyerang atau memberikan serangan kepada Iran. Iran tidak akan tinggal diam dan membalasnya dengan kekuatan yang lebih keras dibandingkan dengan apa yang mereka dapatkan.

Pada sisi lain, Rabiei memberikan penjelasan juga kalau Washington itu bukan pihak yang akan berfikir pendek dan ceroboh seperti itu. Dimana bila hal tersebut dilakukan, akan memicu timbulnya konflik yang besar di Timur Tengah.

“Sikap kami sama. Setiap serangan yang menerpa rakyat Iran bakal dibalas dengan lebih keras,” * tutur Rabiei.

Tidak hanya berhenti, selain memberikan tanggapannya terhadap berita yang melimbatkan negaranya tersebut. Dia memberikan pendapat dengan apa yang dia fikirkan, bahwa rencana penyerangan yang akan dilakukan oleh Amerika Serikat kepada negaranya terseut pada situs nuklirnya. Memang sudah rencana tersebut sudah berada jelas di atas meja Trump.

Meskipun rencana dari penyerangan pada situs nuklir Iran ini, Rabiei tetap memiliki kepercayaan pada AS yang tidak akan gegabah melakukan hal seperti itu. Karena memiliki dampak dan efek samping yang memicu kekacauan dan huru – hara yang ikut membawa Timur Tengah ke dalam konflik ini. Bahkan tidak hanya Timur Tengah saja, melainkan dunia yang akan ikut serta terkena dampak dari apa yang akan dilakukannya.

Ketika itu Trump yang bertanya kepada pegawainya tentang rencananya yang akan memberikan penyerangan kepada situs niklur Iran itu. Rencananya tersebut dia ungkapkan di Ruang Oval, yang dimana di dalam ruangan tersebut terdapat Wakil Presiden Mike Pence, Mike Pompeo selaku Menteri Luar Negeri, dan Mark Milley selaku Chairman Kepala Staf Gabungan. Infromasi ini dikemukaka oleh The New York Times.

“Trump menanyakan apakah dia mempunyai opsi yang bakal diambil terhadap situs nuklir utama Iran dalam beberapa pekan mendatang,” * ungkap The New York Times.

Rencana yang tersirat dibenaknya tersebut, tidak serta merta timbul begitu saja. Tetapi rencana ini bisa hadir karena Badan Atom Dunia atau IAEA yang menyampaikan laporan tentang apa yang sudah dilakukan oleh Teheran. IAEA yang memberikan penjelasan atas apa yang dilaporkannya tersebut, bahwa Teheran melakukan penimbunan yang sudah dilakukan secara terus menerus. Mereka menimbun uranium level rendah dan sudah mencapai batas yang ditentukan. Dimana ini tidak sesuai dengan apa kesepakatan yang sudah dibuat pada tahun 2015.

Tetapi setelah rencana yang sudah di ungakapkan oleh Trump pada Ruang Oval tersebut, dicegah oleh para pejabat seior. Yang mengatakan bahwa rencana yang dia buat tersebut hanya akan menciptakan konfilk yang lebih besar dengan damapk seluruh dunia akan ikut dalam kekacauan ini.

Hal ini membuat Trump menjadi perhatian, karena dia sudah menarik dirinya dengan sepihak dari kesepakatan yang sudah dibuat pada tahun 2015 di tahun 2018, juga mengeluarkan beberapa sanksi.

Tidak salah bahwa Trump mendapatkan sorotan atas apa yang dia lakukan secara sepihak, karena Negara Barat dengan bersusah payah mempertahankan perjanjian tersebut. Sehingga kemenagan dari pilpres 2021 ini, menjadi udara segar karena Joe Biden yang memenangkannya.

Previous article

TRAGEDI PEMBUNUHAN ORANG NOMOR DUA AL – QAEDA DI IRAN YANG MENUAI KONTROVERSI

Next article

Fakta Terbaru Dari Trump Dimana Hampir Menyerang Negara Iran

Join the discussion

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *